Oleh Dr. Hj Marwah Daud Ibrahim
*) Di bacakan dalam penutupan Workshop MHMMD “Mengelola Hidup dan Merencakan Masa Depan”, Puncak Inn, Ciloto, Jawa Barat, 5 Februari 2012
Ya Allah, malam ini kuingat hidayah-MU
Berapa kesejukan siraman kasih sayang-MU setiap kali aku berada di Raudah – sepenggal Syurga yang Engkau tempatkan di bumi
senantiasa aku lulah ya Allah, ketika aku bermunajah pada-Mu beserta jamaah dari berbagai belahan bumi, yang dengan berbagai cara, beragam bahasa, berzikir melantunkan pujian pada-Mu, dan bersalawat menyatakan cintanya pada Rasul-Mu
Ya Allah, selalu aku larut dengan seluruh umat yang mengagungkan-mu dengan cara mereka masing masing: sebagian dengan wajah tengadah, sebagian dengan sudud panjang, yang lain dengan kecupan tangan yang ditiupkan, sebagian dengan berbisik, sebagiannya lagi dengan merintih, dan sebagian lagi dengan diam, semua menyatakan cintanya pada-Mu dan pada kekasih-Mu itu.
Ya Allah, tak pernah aku mampu menahan isak dan lingangan airmata setiap berada dilingkungan rumah kekasih-Mu itu.
Betapa tidak, berkali kali Engkau kirimkan anugerah khusus padaku di dalamnya sehingga : Di Raudah-lah dapat kurasakan puncak nikmatnya beribadah pada-Mu
Di Raudah lah kurasakan betapa jiwaku bisa demikian tenang dan damai ketika sujud dan masuk dalam dekapan cinta-Mu.
Di Raudah lah hati dan lidahku bergetar ketika melantunkan puja pujiku pada-Mu
Ya Allah, jadikan seluruh jengkal permukaan bumi-Mu menjadi Raudah bagiku
Ya Allah, karuniakan aku nikmat betapa kecil pun bentuk ibadahku pada-Mu
Ya Allah, anugerahi aku rasa khusyu’ kapan aku dirikan sholat
Ya Allah, getarkan hati dan lidahku dimanapun aku memuji-Mu
Limpahkan kesejahteraan pada Rasul-Mu
selalu tautkan cintaku padanya agar aku dengan takjub meneladani kehidupannya
————–Perenungan di penghujung Ramadhan 1423H, Kamis 5 Desember 2002 ————————
